Rabu, 29 Okt 2008

Rama : Mahasiswa Mesti Faham Substansi Pergerakan

Jakarta (29/10) – Pergerakan mahasiswa kini telah lupa isi substansinya. Mahasiswa terlalu banyak berefleksi dengan keberhasilan angkatan 1998. Mereka hanya menangkap romantisme dan hiruk pikuk yang terjadi pada tahun 1998. Padahal, antara tahun 1998 dan kini sangat berbeda. Demikian dikatakan Rama Pratama, aktivis 1998 pada Seminar Diskusi Terbuka Revitalisasi Gerakan Pemuda dan Mahasiswa, Rabu (29/10) di Jakarta Media Center, Kebon Sirih, Jakarta.

Rama menjelaskan, pada tahun 1990-an mahasiswa ditekan dan yang berdemo akan ditahan. Pada masa itu, gerakan mahasiswa lebih bersifat politis dan fisik. Wacana tidak diperlukan, karena pada saat itu hanya ada pertarungan rezim dengan mahasiswa. “Sekarang inilah saatnya pertarungan wacana, bukan lagi pertarungan fisik," katanya

Dalam diskusi yang digelar CPSS (Center for Politic and Strategic Studies) bekerjasama dengan rakyat merdeka ini hadir Dr. Yuddy Chrisnandi calon presiden muda, Fadjroel Rachman calon presiden independen, Zulkiflimansyah anggota DPR dari FPKS, Gema Buana Putra Koordinator BEM Seluruh Indonesia dan tokoh gerakan mahasiswa Hariman Siregar.

Pemuda pada saat ini perlu menjawab tantangan kepemimpinan. Ia mesti menunjukkan bahwa ia sanggup menjadi pemimpin. “Kepemimpinan itu bukan hanya memimpin tapi melayani, keteladanan dan kompetensi”, ujar Rama, caleg DPR FPKS dapil Jakarta Timur. (tfk)

SMS Center

Arsip Kiprah